Total Tayangan Laman

Rabu, 04 Januari 2012

Laporan PKL SMK

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Kemajuan teknologi pada saat ini semakin berkembang pesat, terutama dalam bidang transportasi. Transportasi merupakan sarana yang menunjang manusia dalam melaksanakan suatu kegiatan, yang didalamya menggunakan teknologi.  Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan yang akan menghasilkan lulusan yang berwawasan luas dan memiliki keterampilan dalam teknologi, khususnya dibidang Otomotif.
Misi Sekolah Menengah Kejuruan adalah untuk membentuk manusia pembangunan yang mampu berperan sebagai tenaga terampil tingkat menengah yang layak kerja dan mandiri dalam berbagai kemampuan. Sebagai realisasinya diterapkanlah metode pendidikan dengan sistem ganda sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No: 080/U/1993 tentang Kurikulum SMK tahun 1994 dan disempurnakan dengan Kurikulum SMK edisi 99.
Yang dimaksud dengan pendidikan dengan sistem ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sinkron antara program pendidikan di sekolah dan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan langsung di dunia kerja/ industri secara terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu.
Penyelenggaraan penguasaan keahlian di dunia kerja dinamakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN). Dengan demikian setiap siswa wajib mengikuti program ini sebab PRAKERIN merupakan realisasi dari pelaksanaan Kurikulum SMK secara menyeluruh.
Setiap sekolah kejuruan khususnya SMK wajib melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin) dengan maksud untuk membandingkan sampai sejauhmana pendidikan dan praktik yang didapat di sekolah dengan yang di luar sekolah. Oleh karena itu, SMK merupakan tempat yang dapat mendidik generasi muda agar mempunyai keterampilan tertentu dan siap menerjuni dunia kerja.

1.2    Tujuan Praktik Kerja Industri
Praktik kerja Industri sebagai realisasi dari Pendidikan Sistem Ganda mempunyai tujuan antara lain:
a)    Untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan pengetahuan, keterampilan dan etos kerja sesuai dengan tuntutan dunia kerja;
b)    Memperkokoh keserasian dan persamaan persepsi antara dunia kerja dengan Sekolah Menengah Kejuruan;
c)    Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja profesional;
d)    Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja yang merupakan bagian dari proses pendidikan.

1.3    Tujuan Pembuatan Laporan
Sebagai bukti siswa telah melaksanakan PRAKERIN maka disusun laporan hasil Prakerin. Tujuan penyusunan laporan ini antara lain :
a)    Sebagai alat untuk mengetahui kegiatan siswa selama Prakerin;
b)    Supaya siswa lebih mengenal arti dari sebuah pekerjaan;
c)    Meningkatkan mutu siswa lulusan SMK Negeri 1 Kawali;
d)    Memperluas wawasan siswa dalam bidang di bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional khususnya di bidang Otomotif;
e)    Sebagai syarat untuk dapat mengikuti UAS, dan Ujian Nasional.

1.4    Rumusan Masalah
Mengingat banyak permasalahan yang sering terjadi di dalam sistem rem suatu kendaraan, maka dalam penulisan laporan ini, penulis hanya membatasi masalah meliputi: nama komponen dan fungsi, cara kerja, serta analisis penyebab gangguan dan perbaikan sistem rem tromol yang menjadi objek pembahasan agar penguraiannya dapat terfokus dengan baik dan sistematik.

1.5    Teknik Pengumpulan Data
Dalam rangka penulisan dan pembuatan laporan ini, data yang diperlukan diperoleh dengan cara sebagai berikut:
a)    Metode Dokumentasi
Pada metode ini data yang telah diperoleh dengan cara mempelajari dokumen dan literatur yang ada kaitannya dengan topik laporan ini.
b)    Metode Tanya-jawab.
Untuk melengkapi data-data yang diperlukan maka penulis juga melengkapi dengan sistem tanya jawab pada sumber-sumber yang relevan seperti :
-    Guru Pembimbing.
-    Staf pengajar dan mekanik yang mengetahui atau ahli di bidangnya.
-    Instruktur pada bengkel Otomotif SMK Negeri 1 Kawali
-    Pembimbing di Industri
c)    Kajian literatur yaitu data yang diperoleh bedasarkan literatur, seperti
-    Buku
-    Makalah
-    Modul dan buku yang berkaitan dengan otomotif

1.6    Sistematika Penulisan
Dalam penulisan laporan ini dibagi menjadi lima (5) bab yaitu :
Bab I    Pendahuluan
Menguraikan mengenai latar belakang masalah, maksud dan tujuan prakerin, rumusan masalah, teknik pengumpulan data, sistematika penulisan, dan lokasi objek.
Bab II    Ruang Lingkup Objek
Bab ini membahas sejarah berdirinya perusahaan/ institusi, struktur organisasi perusahaan, kepegawaian, peralatan pendukung kegiatan dan penanganan limbah.
Bab III    Landasan Teori
Bab ini penulis menguraikan mengenai; landasan teori yang mendukung, Sistem rem, jenis – jenis rem, prinsip kerja rem, dan komponen – komponen sistem rem dan cara kerjanya.
Bab IV     Praktik Kerja dan Pembahasan
Menguraikan tentang analisa gangguan, Langkah-langkah membongkar memeriksa serta merakit atau memasangnya kembali
Bab IV    Kesimpulan dan Saran.
Pada bab terakhir ini menyajikan kesimpulan terhadap semua materi yang telah disajikan pada bab-bab sebelumnya serta berisikan saran-saran yang perlu disampaikan mengacu pada teori, analisa dan kesimpulan lainnya.

1.7    Lokasi Objek
Lokasi perusahaan bengkel Dua Putra Selacai  tepatnya Jalan Raya Kawali-Ciamis No 8 Selacai-Cipaku 46252



BAB II
Ruang Lingkup Objek

2.1.    Sejarah Berdirinya Perusahaan
Bengkel Dua Putra berdiri pada tahun 1985 yang didirikan oleh Bapakk Engkus Kusnadi yang beralamat di Jalan Raya Kawali-Ciamis No. 8 di depan balai Desa Selacai kecamatan Cipaku.
Pada awalnya beliau mendirikan tambal ban sekitar tahun 1984. Berkat usaha dan kerja keras beliau, yang diberinama  Dua Putra, karena beliau mempunyai dua orang putra, maka bengkel yang beliau dirikan tersebut diberi nama bengkel Mobil Dua Putra.

2.2.    Struktur Organisasi
Dalam sebuah perusahaan pasti memiliki organisasi, organisasi tersebut memiliki tugas dan tanggung jawab.  Tugas dari organisasi tersebut adalah melaksanakan program perusahaan dengan sebaik-baiknya dan secara bijaksana tanggung jawab dari organisasi adalah menaati seluruh program dan tata tertib dalam sebuah institusi/industri. Adapun struktur organisasi Bengkel Dua Putra  dapat dilihat dibawah ini:












2.3.    Kepegawaian 
Pegawai adalah salah satu syarat untuk membuat serta mendirikan suatu Institusi/Industri tersebut tidak akan berjalan.  Oleh karena itu pegawai harus rajin dan terampil serta pegawai harus dapat menghargai Institusi atau Industri yang diambil oleh pegawai.
2.3.1.    Pendidikan Karyawan
Nama    Pendidikan
Dedi Supriadi     ITB
Engkus Kusniadi     SMP
Heni     SMA
Kosim     SMP
Heri     SMP

2.4.    Peralatan Pendukung Kegiatan
Di perusahaan Tunas Daihatsu, terdapat berbagai macam alat-alat perbaikan kendaraan.  Data Tools Mekanik diantaranya:
a.    Kunci T
b.    Kunci sok
c.    Kunci ring
d.    Kunci pas
e.    Tang kombinasi kombinasi
f.    Tang lancip
g.    Kunci L
h.    Kunci busi
i.    Batang sok
j.    Bak kecil            
k.    Test pen
l.    Sikat Kuningan
m.    Ragum     n.    Trelek
o.    Kape
p.    Feeller Gauge
q.    Obeng (+), (-)
r.    Pahat besi
s.    Palu plastik
t.    Palu besi
u.    Gunting
v.    Grip
w.    Tang stel
x.    Fender cover
y.    Lampu kerja
z.    Dongkrak


2.5.    Penanggulangan Limbah
Di bengkel dua putra, limbah sisa-sisa hasil kegiatan ditanggulangi sebagai berikut :
1.    Limbah yang bersifat logam seperti seng, sisa dari hasil perbaikan bodi kendaraan dan onderdil bekas itu dikump[ulkan lalu dijual;
2.    Limbah oli ditampung di dalam drum, biasanya seminggu sekali oli bekas ini dibeli oleh pemborong oli bekas;
3.    Limbah air seperti dari bekas mencuci komponen kendaraan yang dibersihkan di alirkan ke tempat penyerapan air yang ada di belakang rumah.
2.6.    Denah lokasi

BAB III
LANDASAN TEORI

Dalam laporan ini, penyusun tidak melaporkan seluruh kegiatan praktik, tetapi hanya mengambil sebagian materi yang paling sering dilakukan. Materi ini sangat penting untuk keselamatan kendaraan. Materi yang dipilih adalah Perbaikan kerusakan pada sistem rem.

3.1    Pengertian
Rem merupakan bagian kendaraan yang sangat penting dalam mendukung aspek keamanan berkendaraan. Tujuan dipasangnya rem pada kendaraan untuk mengurangi kecepatan, menghentikan, memarkir kendaraan pada jalan yang mendaki, dengan kata lain melakukan kontrol terhadap kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dan merupakan alat pengaman yang berguna untuk menghentikan kendaraan secara berkala. Oleh karena itub,aik atau tidaknya kemampuan rem secara langsung menjadi persoalan yang sangat penting bagi pengemudi diwaktu mengendarai kendaraan. Jadi fungsi rem harus dapat mengatasi kecepatan kendaraan.
Rem yang digunakan untuk kendaraan harus memenuhi syarat -syarat sebagai berikut :
    Dapat menghentikan kendaraan secepat mungkin.
    Dapat bekerja dengan baik
    Dapat melaksanakan pengereman sesuai kehendak pengemudi.
    Dapat dipercaya dan mempunyai days tekan yang cukup
    Rem itu harus mudah diperiksa dan disetel.

3.2    Prinsip Kerja Rem
Kendaraan tidak akan berhenti dengan segera apabila masih dibebaskan (tidak dihubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung tetap bergerak. Kelemahan ini harus dikurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti.
Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (gerak) untuk menggerakan kendaraan. Sebaliknya, rem mengubah energi kinetik (gerak) kembali menjadi energi panas untuk menghentikan kendaraan. Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua obyek.





Gambar 1. Efek yang timbul karena gesekan dua objek

3.3    Jenis - Jenis Rem
Pada mobil umumnya digunakan 3 macam rem menurut penggunaannya, yaitu rem kaki, rem tangan, dap rem tambahan. Adapun fungsinya adalah sebagai berikut :
3.3.1    Rem Kaki
Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan jalannya kendaraan. Ada 3 macam rem kaki yaitu: rem mekanik (kabel), rem hidrolik, rem angin (pneumatic).
3.3.2    Rem Tangan (rem parkin)
Untuk memacetkan putaran coda (misalnya pada saat parkir) selain itu jugs berfungsi sebagai rem cadangan bilamana dalam perjalanan rem kaki tiba - tiba tidak berfungsi.
Ada dua macam rem parkir yaitu, rem pada roda belakang dan pengereman pada poros propeller (tromol).
3.3.3    Rem Tambahan (exhaust brake)
Rem tambahan biasanya digunakan oleh kendaraan-kendaraan yang membutuhkan daya pengereman yang tebih besar seperti truk diesel dan kendaraan - kendaraan besar lainnya.
3.4    Komponen-Komponen Sistem Rem
3.4.1    Pedal
Pedal berfungsi untuk menekan batang pendorong atau push rod ke piston pada maser silinder. Pedal pada sistem rem menggunakan prinsip tuas, sehingga tenaga pengemudi dapat dilipat gandakan
3.4.2    Batang Pendorong (push rod)
Batang pendorong berfungsi untuk meneruskan tekanan pedal ke piston pada master silinder melalui boster.
3.4.3    Tangki Reservoir (reservoir tank)
Tangki reservoir berfungsi untuk menyimpan/menampung fluida.
3.4.4    Master Silinder
Master silinder sebagai rumah dari piston yang berfungsi untuk mendorong cairan fluida pada saat pedal rem ditekan.
Master slinder mengubah gerak pedal rem kedalam tekanan hidraulis. Master slinder terdiri dari reservoir tank yang berisi minyak rem, pegas, piston dan selinder yang membangkitkan tekanan hidroulis. Ada dua tipe master silinder yaitu tipe tunggal dan tipe ganda. Master silinder tipe ganda banyak digunakan dibandingkan master silinder tipe tunggal, jadi disini hanya dibahas master silinder tipe ganda (tandem saja)
Konstruksi dan nama-nama bagian master silinder dua torak jenis tandem :









Cara kerja master silinder
Adapun cara kerja dari master jenis due torak (tandem) adalah sebagai berikut :
    Saat rem tidak dioperasikan, piston cups no. 1 dan piston no. 2 berada diantara saluran masuk (inlet port) dan saluran kembali (compensating port), sehingga terdapat saluran antara sylinder dan reservoir tank. Piston no. 2 ditekan ke kanan oleh tenaga pegas pembalik (return spring) no. 2, akan tetapi tidak terdorong lebih jauh karena ditahan oleh baut penahan (stopper bolt).





Gambar 3. Master silinder saat tidak dioprasikan

    Saat pedal diinjak, piston no.1 bergerak ke kiri dan Cutup piston (Piston cup) menutupi compensating port untuk menahan aliran antara silinder dan reservoir tank. Bila piston ditekan lebih lanjut, ini akan menambah tekanan hidrolik dalam silinder. Tekanan ini juga diteruskan pada silinder roda belakang. Bila tekanan hidrolik yang sama juga menekan piston no.2, make piston no. 2 akan bekerja dengan cara yang sama seperti piston no.1 dan diteruskan ke silinder roda depan.






Gambar 4. Master silinder saat pedal diinjak
    Saat pedal rem dibebaskan, piston-piston kembali ke posisinya semula oleh tekanan hidrolik, karena tenaga dorongan pegas pembalik (return spring). Namun oleh karena minyak rem tidak mengalir balik ke master silinder dengan segera, tekanan dalam hidrolik master silinder seketika turun (drop) seketika (vacuum develops). Sebagai akibatnya minyak rem dalam silinder master masuk melalui beberapa lubang kecil (orifices) untuk diberikan ke ujung piston dan sekitar batas luar piston cup.






Gambar 5. saat pedal rem dibebaskan
    Setelah piston kembali ke posisi semula, minyak rem dari silinder roda melalui compensating port menuju ke reservoir Bertambahnya minyak karena kenaikan temperatur dialirkan melalui compensating port, sehingga mencegah kenaikan tekanan minyak saat pedal bebas.







Gambar 6. Piston setelah kembali seperti semula

3.4.5    Penguat Tenaga (Roster Rem)
Tenaga penekanan pada pedal rem dari seorang pengemudi tidak cukup kuat untuk segera dapat menghentikan kendaraan. Booster rem (brake booster) melipat gandakan daya penekanan pedal, sehingga daya pengereman yang lebih besar dapat diperoleh.
Booster rem dapat dipasang menjadi satu dengan master silinder (tipe integral) atau dapat jugs dipasangkan secara terpisah dari master silinder itu sendiri. Tipe integral ini banyak digunakan pada kendaraan penumpang dan trek kecil.








Gambar 7. Booster rem
Prinsip kerja boster
Bila vakum bekerja pada kedua sisi piston, maka piston akan terdorong ke kanan oleh pegas. Bila tekanan atmosfir masuk ke ruang A, maka piston bergerak ke kiri menekan pegas karena adanya perbedaan tekanan, menyebabkan batang piston menekan piston master silinder.








Gambar 8. Prinsip kerja boster

Konstruksi
Adapun konstruksi Boster rem adalah :
    Konstrksi boster rem (brake booster) seperti pada gambar di bawah
    Katup pengecek (Check valve) dibuat sedemikian rupa untuk memungkinkan udara mengalir dari booster ke mesin. Dengan demikian kevakuman maksimum dalam boster dapat diatur oleh mesin
    AD Ruang boster terbagi menjadi dua bagian oleh diaphragma, yaitu ruangan tekanan tetap dan ruangan tekanan tak tetap (constant pressure chamber dan variable pressure chamber). Diaphragima dipasang ke valve body bersama-sama dengan piston. Booster piston dan valve body terdorong ke kanan oleh diaphragm spring.
    Pada valve body terdapat mekanisme katup. Udara masuk melalui pembersih udara (air cleaner) sesuai dengan gerakan operating rod sambil mengatur tekanan ruang variable pressure chamber, Push rod terdapat di sebelah kiri valve body. Ketika pedal ditekan, push rod bergeser ke kiri untuk mengaktifkan master silinder.
    Valve operating rod dihubungkan ke pedal rem.
     Pada bagian yang bergeser (booster body dan valve body, booster body dan push rod) dilengkapi dengan body seal untuk mempertahankan kevakuman di dalam boster.









Gambar 9. Konstruksi boster rem
3.4.6    Pipa – pipa.
Pipa berfungsi sebagai saluran cairan fluida dari master silinder ke silinder roda.

3.5    Rem Tromol
Rem tromol adalah salah satu tipe rem pada kendaraan yang menggunakan sepatu rem dan tromol. Pada tipe rem tromol ini kekuatan tenaga pengereman di peroleh dari sepatu rem yang diam, menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama - sama dengan roda. Fungsi rem tromol adalah untuk menimbulkan gaya gesekan antara kampas dan tromol pada waktu diadakan pengereman sehingga memungkinkan kecepatan kendaraan dapat diperlambat atau dihentikan.
Adapun cara kerjanya yaitu pada saat pedal rem diinjak atau ditekan maka tuas akan mendorong piston pada master silinder dan menekan fluida dan diteruskan secara merata ke tiap-tiap master silinder pada roda melalui selang dan pipa, kemudian piston pada master silinder mendapatkan tekanan dari fluida dan kemudian piston menekan sepatu rem dan sepatu menekan dinding tromol bagian dalam sehingga terjadi pergesekan atau pengereman.







Gambar 10. Komponen rem tromol
Adapun komponen-komponen dari rem tromol adalah sebagai berikut:
a.    Plat Penahan (backing plate)
Backing plate terbuat dan Baja press yang disatukan dengan axle housing bagian belakang. Fungsinya adalah sebagai tempat dudukan dari pada silinder roda, kampas dan sepatu rem.







Gambar 11. Backing plate
b.    Silinder roda (wheel sylinder)
Silinder roda berfungsi untuk memberikan penekanan terhadap sepatu rem yang kemudian bersama - sama menekan tromol rem. Tiap roda menggunakan satu atau dua silinder roda. Ada silinder roda yang menggunakan satu piston dan ada yang menggunakan dua buah piston. Silinder roda ini terdiri dari teberapa komponen yang masing - masing memiliki fungsi yang berbeda seperti terlihat pada gambar di bawah.
















Komponen silinder roda
a)    Bodi silinder ( cylinder body)
Berfungsi sebagai rumah unit piston untuk menggerakkan kedua kampas rem.
b)    Tutup piston (piston cup)
Berfungsi untuk mencegah kebocoran minyak rem dan dipasangkan pada bagian depan dan belakang piston.
c)    Pegas (spring)
Berfungsi sebagai pegas pengembali untuk mengembalikan piston ke posisi semula setelah proses pengereman selesai dilakukan.
d)    Torak ( Piston)
Berfungsi sebagai tenaga penggerak kedua kampas rem, karena adanya tekanan hidrolik dari master silinder.
    Penyetel (Adjuster)
Berfungsi untuk melakukan penyetelan celah kampasdengan tromol.
    Blider (Bleeder Plug)
Berfungsi untuk mengeluarkan udara palsu dari sistem rem.
    Penutup debu (boot)
    Berfungsi sebagai pelindung masuknya noda (debu).
Sepatu rem dan kanvas rem (brake shoe and lining)
a)    Sepatu rem terbuat dari plat baja dan kampasnya harus dapat menahan panas dan mempunyai koefesian gesek yang tinggi. Kampas tersebut dipasang secara keliling atau dilem pada permukaan yang bergesekan dengan tromol. Sepatu rem dan kampas rem berfungsi untuk menahan putaran tromol.




Gambar 14. Sepatu rem dan kampas
b)    Tromol rem (brake drum)
Tromol rem terbuat dari besi tuang. Tromol ini diletakkan berdekatan dengan sepatu rem dan kampas rem dan berputar bersamaan dengan roda. Ketika kampas menekan permukaan tromol bila rem berkerja maka panas yang dihasilkan dari pergesekan tersebut dapat mencapai suhu 200° C sampai dengan 300° C. Tromol rem ini berfungsi sebagai penahan putaran roda pada proses pengereman sedang berlangsung.







Gambar 15. Tromol rem
Cara Kerja Rem Tromol
a)    Pada saat tidak berkerja
Tidak ada tekanan hidraulis dan torak silinder roda tidak mempunyai tekanan maka tidak terjadi pengereman.






Gambar 16. Tromol pada saat tidak bekerja
b)    Pada saat bekerja
Terjadi tekanan hidraulis sunder roda maka fluida menekan piston pada silinder roda dan piston tersebut menekan kampas. Lalu kemudian menekan tromol maka terjadilah pengereman.





Gambar 17. Tromol pada saat bekerja
Jenis-jenis rem tromol
a)    Tipe Leading Trailing
Pada tipe ini terdapat satu silinder roda dengan dua piston yang akan mendorong bagian atas dari tromol rem. Leading shoe lebih cepat aus dari Pada trailing shoe.









Gambar 18. Tipe leading trailing

b)    Tipe Two Leading
Tipe ini mempunyai dua silinder roda yang masing- masing memiliki satu piston.
Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga daya pengereman baik, karena rem akan melawan arah putaran roda. Tetapi saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing shoe sehingga akan mengurangi daya pengereman.










Gambar 19. Tipe two leading


c)    Tipe Dual Two Leading
Tipe ini mempunyai dua silinder roda (whel cylinder), yang masing¬-masing memiliki dua buah piston, dan menghasilkan efek pengereman yang baik seat kendaraan maju maupun mundur.






Gambar 20. Tipe dual two leading
d)    Tipe Uni Servo
Jenis ini dilengkapi dengan satu silinder roda dengan satu piston pada bagian atas sepatu primer dan sekunder, pada bagian bawahnya di pasangkan dengan penyetel sepatu rem tipe mengembang. Bila pedal rem ditekan aliran fluida akan menggerakan piston pada master silinder roda dan piston akan mendorong sepatu rem search dengan putaran tromol. Gesekan yang ditimbulkan antara sepetu rem dan tromol dipindahkan langsung melalui penyetel sepatu rem.






Gambar 21. Tipe uni servo

e)    Tipe Duo Servo
Tipe ini merupakan penyempurnaan dari tipe uni servo yang mempunyai silinder roda (wheel cylinder) dengan dua piston. Sedangkan pada bagian bawahnya ditahan oleh penyetel sepatu rem seperti pada model rem uni servo. Rem model ini menghasilkan effek energizing yang besar, dimana tekanan diberikan oleh silinder roda diterima dan di balansir oleh penyetel sepatu rem, sehingga distribusi tekanan terhadap tromol merata dan sepatu rem tetap berfungsi sebagai leading, meskipun arah kendaraan berjalan maju ataupun mundur.





Gambar 22. Tipe duo servo

3.6    Rem Parkir
Rem parkir (parking brake) terutama di gunakan untuk memarkir kendaraan. Mobil penumpang dan kendaraan niaga kecil yang mempunyai rem parkir roda belakang (rem kaki), atau rem parkir eksklusif yang dihubungkan dengan roda - roda belakang. Sedangkan kendaraan besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasang antara propller shaft dan transmisi. Sistim rem parkir terdiri dari tugs rem, stick (pedal), kabel atau tipe mekanisme batang (rod) dan sepatu yang membangkitkan pengereman.
Komponen rem parkir
a.    Tuas rem
Tuas rem berfungsi sebagai penarik kabel rem.




Gambar 23. Tuas rem parkir
b.    Kabel rem parkir
Kabel rem berfungsi sebagai pemindah gerakan tuas ke tromol rem.
c.    Equalizer
Berfungsi sebagai pengait yang membagikan gays pengereman pada kedua tromol belakang.





Gambar 24. Equalizer
Cara kerja rem parkir
Pada saat tuas rem ditarik, maka kabel rem Langan akan menarik sepatu (break shoe lefer) sehingga brake shoe lefer akan mendorong penunjang (shoe strut) kemudian shoe strut mendorong brake sebelah kanan. Bersamaan dengan itu brake shoe lefer juga menekan brake shoe sebelah kiri. Alas kejadian ini kedua sepatu rem akan mengembang dan memberikan pengereman.









Gambar 25. Cara kerja rem parkir

BAB IV
PRAKTIK KERJA DAN PEMBAHASAN


4.1    Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum melakukan pembongkaran perlu mempersiapkan peralatan, bahan dan menjaga keselamatan kerja. Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan pembongkaran rem tromol antara lain
-    Dongkrak
-    Penyangga (jack stand)
-    Kunci Ring dan Pas 1 Set
-    SST (kunci penyetel khusus)
-    Kunci roda
-    Kunci sok 21    -    Palu baja
-    Alat cuci ( air )
-    Sikat baja
-    Pistol udara
-    Lif
-    Moment

Bahan
•    Unit Kendaraan
•    Minyak rem
•    Kertas Amplas
•    Kaleng penampung minyak rem
•    Vet (selang) dan Majun / Kain lap
Keselamatan Kerja:
•    Tidak bekerja di bawah mobil yang diangkat tanpa penyangga yang baik.
•    Tidak membersihkan rem dengan angin, debu asbes dari kanvas beracun.
•    Rem merupakan bagian pengaman pada mobil. Kerjakan dengan cermat dan kontrol hasil pekerjaan dengan teliti.
•    Perhatikan membersihkan pada kanvas dan tromol yang kotor kena oli/ minyak.



4.2    Langkah kerja pembongkaran
•    Mengganjal roda yang tidak dibongkar untuk keamanan ketika salah satu roda diangkat. Hal ini bertujuan supaya kendaraan tidak berjalan ketika diangkat.
•    Mengendorkan baut roda yang akan dilepas, mengendorkan beberapa putaran saja, jangan sampai melepas baut.







Gambar 26. Melepas baut roda
•    Mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak, pastikan pemasangan dongkrak berada pada posisi yang aman.






Gambar 27. Mengangkat kendaraan menggunakan dongkrak
•    Memasang jack stand pada bagian yang kokoh dari kendaraan, supaya pekerjaan dapat dilakukan dengan aman serta perhatikan kondisi tanah.





Gambar 28. Pemasangan jack stand pada kendaraan
•    Melepas bout roda beserta roda dari kendaraan, dan simpan ditempat yang aman.
•    Memberi tanda pada tromol dan bagian pemusat pada flens roda, agar dapat dipasang kembali seperti posisi semula. Posisi pemasangan yang berlainan dapat menimbulkan tromol oleng, akibatnya mobil bergetar pada saat direm






Gambar 29. Pemberian tanda pada tromol

•    Melepas tuas rem tangan sehingga tromol dapat dilepas, jika yang diepas roda bagian belakang.
•    Jika berkarat, bersihkan bagian pemusat pada flens roda dengan kertas gosok dan memberi oli untuk memudahkan pelepasan tromol.
•    Kalau tromol tidak dapat dilepas dengan tangan, tarik tromol dengan memakai sekrup pada lubang-lubang ulir yang tersedia untuk pelepasan. Putar sekrup (biasanya M8) bergantian setiap satu putaran ke dalam sampai tromol terlepas. Jika tidak ado lubang ulir untuk menarik tromol, pukul dengan palu baja pada sisi tromol, sampai tromol dapat dilepas.






Gambar 30. Pelepasan tromol dengan pal

Kemungkinan lain, bila tromol macet keras, panaskan tromol dengan brander. Dengan demikian, tromol mengembang dan kendor dengan sendirinya. Kalau tromol sudah kendor tetapi tidak dapat dilepas, sepatu rem harus distel lebih longgar. Pada tromol yang tua, kadang-kadang ada sisi karatan yang menghalangi pelepasannya. Perhatikan gambar!







Gambar 31.Pelepasan tromol dengan cara pemanasan

4.3    Pengujian Komponen Sistem Rem
•    Memeriksa apakah silinder rem macet. Melepas tromol hanya pada rem yang sedang dimeriksa. Tromol roda-roda lain harus terpasang, agar torak-toraknya tidak tertekan keluar.
•    Meminta tolong seseorang untuk menekan pedal rem. Torak –torak pada silinder rem yang diperiksa harus bergerak keluar pada waktu bersamaan dan dapat kembali dengan sendirinya ke posisi semula. Jika tidak, semua silinder roda pada aksel yang diperiksa harus diganti Baru atau dioverhaul.






Gambar 32. Penekanan pedal rem

•    Membersihkan bagian-bagian rem tromol menggunakan kuas atau sikat jangan menggunakan udara bertekanan karena asbes bekas kampas rem beracun.
•    Memeriksa pemasangan bagian-bagian sepatu pengikat rem sebagai berikut :
a.    Kedudukan ujung sepatu
b.    Kedudukan pegas
c.    Pemasangan batang penghubung
d.    Pengunci sepatu
e.    Kedudukan pegas
f.    Kedudukan ujung sepatu
•    Memeriksa kebocoran pada wheel cylinder. Jika ada kebocoran pada wheel cylinder maka semua wheel cylinder pada aksel






Gambar 33. Memeriksa kebocoran wheel cylinder
•    Melepas pengunci sepatu rem menggunakan tang cucut pada kedua sepatu rem.







Gambar 34. Memelepas pengunci sepatu rem
•    Melepas pegas (return spring) pada sepatu rem, jika sulit bisa dengan cara mencongkel sepatu rem dengan obeng.






Gambar 35. Melepas pegas sepatu rem
•    Melepaskan kabel rem tangan dari tuas sepatu rem tangan.
•    Sebelum melepas pipa-pipa yang berada di wheel silinder, terlebih dahulu tutup saluran rem (sirkuit rem) dengan cara mengklem pipa fleksibel. Untuk mengklem bisa digunakan klem khusus untuk slang fleksibel atau bisa jugs dipakai vice grip. Hal ini bertujuan untuk mencegah menetesnya minyak rem ketika pipa-pipa rem dilepas. Tetapi jika akan dioverhoul semua sebaiknya minyak rem dikuras sekalian dan diganti yang baru.
•    Melepas pipa tekanan tinggi pada wheel silinder dengan menggunakan kunci 10.
•    Melepas wheel silinder supaya pemeriksaan lebih mudah
•    Membersihkan semua komponen dengan menggunakan air dan sabun, jangan dibersihkan menggunakan cairan solvent, karena bisa merusak komponen terutama bahan yang terbuat dari karet. Gunakan majun saja jika kotorannya hanya sedikit.







Gambar 36. Membersihkan kotoran dengan menggunakan majun
•    Lakukan pemeriksaan pada
a.    Sepatu rem
Perhatikan keausan, melekatnya kanvas pada sepatu rem dan kondisi kanvas rem itu sendiri.
Hasil pemeriksaan :
    Keausan
Memeriksa tebal kanvas jika tebal kanvas kurang dari 1,5 mm atau keling kanvas sudah tercoret sebaiknya ganti dengan kanvas yang baru.







Gambar 37. Pemeriksaan keausan kanvas
    Permukaan kanvas
Memeriksa permukaan kanvas seperti berikut :
Kalau permukaannya keras dan berkilat, nilai geseknya kurang. Kanvas harus digosok atau diganti baru agar tercapai efektifitas rem yang normal.




Gambar 38. Permukaan kanvas yang keras dan mengkilap
Permukaan kanvas yang kotor karena oli aksel atau cairan rem biasanya diganti baru.






Gambar 39. Permukaan kanvas yang kotor karena ber oli
Permukaan yang buram atau berkilat lemah menunjukkan kondisi kanvas yang normal. Tidak perlu digosok.





Gambar 40. Permukaan kanvas yang buram
    Memeriksa kebocoran pada sil poros aksel (hanya pada aksel rigit dengan penggerak coda). Kebocoran dapat dilihat pada piringan rem dan pada poros aksel yang basah karena oli. Sil yang bocor harus diganti Baru.
b.    Tromol Rem
Memeriksa permukaan gesek pada tromol rem. Bila berwarna abu — abu sampai hitam, atau berkarat, nilai gesekannya kurang. Maka permukaan harus dibersihkan dengan kertas gosok, atau lebih baik dengan dibubut / digerinda. Sisi luar permukaan gesek harus dibersihkan dari karat sebaik mungkin.
Perhatikan ukuran diameter tromol dan kerataan bidang gesek Hasil pemeriksaan:
Permukaan tromol masih tebal dan layak pakai
a)    Pemeriksaan wheel sylinder dan kelengkapannya
    Tutup piston (piston cup)
Memeriksa piston cup dari keausan, kondisi seal dari kerobekan.


    Wheel cylinder
Perikasa keausan pada wheel silinder Berta diameternya. Lakukan pemeriksaan visual jika ada goresan atau cekungan ganti wheel cylinder dengan yang baru.
    Penyetel
Mengontrol apakah penyetel sepatu rem dapat diputar dengan ringan. Jika tidak, bersihkan dan memberi pelumas.




Gambar 41. Penyetelan sepatu rem
    Pelat penahan (backing plat)
Perhatikan dudukan - dudukan untuk sepatu rem, pastikan sepatu rem bergeser dengan mudah. Saat pemasangan dudukan tersebut harus diberi pelumasan.
    Pipa - pipa tekanan tinggi dan nipel-nipel
Memeriksa pipa - pipa tekanan tinggi dan nipel-nipel pada silinder roda. Perhatikan apakah ada bagian yang terlipat. Jika silinder roda tidak dibongkar sebaiknya Pipa tekanan tinggi ini tidak dilepas, untuk mencegah kerusakan baut.
    Nipel pembuang angin
Memerhatikan kepala baut dan konis. Jika rusak ganti dengan nipel yang baru.

4.4    Perakitan Komponen Sistem rem
Setelah semua komponen selesai diservis/diganti maka lakukan pemasangan.  Rem teromol terdiri dari beberapa bagian yang kecil dan sebagian dari bagian ini yang kiri dan kanan ticlak dapat dipertukarkan. (Misalnya, arah ulir sekrup adjuster/penyetel otomatis berbeda-beda tergantung pada sistem penyetelannya).
Selain itu jika salah satu bagian hilang atau salah pasang, rem tidak dapat bekerja dengan sempurna. Karena itu, apabila menangani model yang lain, selalu memperhatikan buku pedoman reparasi yang sesuai. Atau perhatikan dengan seksama sebelum melakukan pembongkaran.






Gambar 42. Pemasangan komponen harus tepat
Memasang tuas sepatu rem tangan dan tuas penyetel otomatis pada sepatu rem belakang.
a.    Memasang untuk sementara pengunci beserta shim, lalu ukur celahnya
b.    Mengoleskan sedikit gemuk yang tidak mudah meleleh pada pen lalu amankan washer dengan tang.
c.    Memeriksa bahwa kedua tuas bergerak dengan bebas. Jika gerak tuas terelalu begat, penyetel otomatis tidak akan bekerja dengan sempurna atau rem tangan tidak bisa dibebaskan.
d.    Mengoleskan sedikit gemuk yang tidak meleleh pada plat penahan dimana sepatu rem bersinggungan dan penyetel otomatis. Gemuk tidak boleh terlalu banyak karena gemuk yang berlebihan dapat melekat pada sepatu rem.
e.    Menghubungkan kabel rem tangan ke tuas sepatu rem dengan menekan pegas koil kabel dengan tang lancip.





Gambar 43. Penekanan pegas koil kabel dengan tang lancip.
f.    Menghubungkan penahan sepatu (salah satu alat rakitan otomatis) dengan tuas penyetel dan sepatu rem belakang.






Gambar 44. Pemasangan klem.
g.    Memasang pegas tuas penyetel otomatis pada tuas penyetel dan sepatu. Hati-hati untuk tidak menyebabkan sepatu terdorong keluar.






Gambar 46. Pemasangan tuas penyetel otomatis

h.    Memasang sepatu belakang pada plat penahan. Dengan menggunakan alat penggerak pegas penahan sepatu SST, memasang sepatu rem beserta pegas penahan dan pennya.







Gambar 46. Pemasangan sepatu rem, pegas penahan dan pennya

i.    Memasang pegas pembalik sepatu rem pada penunjang sepatu penyetel dan masukkan penyetel (adjuster) ke penahan sepatu yang terpasang pada sepatu belakang.
j.    Menghubungkan sepatu depan dan belakang dengan pegas jangkar sepatu dan pasang sepatu depan pada plat penahan.
k.    Memasang sepatu beserta pegas penahan sepatu, dan penahannya dengan menggunakan SST, yakni alat penggerak penahan sepatu.
l.    Mengaitkan pegas pembalik sepatu depan dan belakang menggunakan SST, alat khusus untuk membalik sepatu rem. Perhatikan bahwa sepatu rem dan rakitan penyetel otomatis terpasang dengan sempurna.







Gambar 47. Pemasangan pegas pembalik
m.    Memeriksa dari penyetel otomatis. Dengan menggunakan obeng, gerakkan tuas sepatu rem tangan beberapa kali dan memeriksa bahwa penyetel menjadi panjang secara otomatis.
n.    Membersihkan pelapis sepatu rem menggunakan amplas, bila perlu bersihkan permukaan bagian dalam tromol rem.





Gambar 49. Membersihkan pelapis sepatu rem dengan hampelas
o.    Memasang tromol rem
    Memasang tromol kembali, sesuai dengan posisinya yang telah dimemberi tanda.
    Sebelum memasang tromol, memberi sedikit vet pada pemusatnya, untuk mencegah karatan. Memberi juga vet pada baut pengikat roda.
p.    Menyetel celah sepatu rem
    Menarik dan membebaskan tuas rem tangan beberapa kali sampai tidak melebihi spesifikasi bunyi "klik" yang telah ditentukan. Dengan demikian celah antara tromol dan sepatu akan terstel dengan sendirinya.
q.    Menekan pedal rem beberapa kali dan cek hal-hal sebagai berikut :
    Memeriksa bahwa semua teromol pada kedua bagian berputar dengan bebas tanpa suatu gesekan atau tahanan yang terlalu besar.
    Perhatikan bahwa jarak cadangan pedal rem harus lebih dari yang telah ditentukan.
r.    Memasang roda dan mengencangkan semua mur baik-baik setelah kendaraan diturunkan. Momen pengerasan mur roda adalah 70 – 120 Nm untuk mobil sedan, Colt dan sebagainya. Untuk momen pengerasan yang tepat, lihat buku manual / data.

4.5    Membuang udara dari saluran rem hidrolis
Setelah melakukan prosedur overhoul pada sistem rem maka perlu dilakukan pembledingan atau membuang udara palsu yang terdapat pada saluran rem. Udara palsu tersebut dapat menghambat kinerja dari rem, sehingga dapat membahayakan pengemudi dan penumpang dari kendaraan.
Langkah kerja pembuangan udara palsu dari saluran rem hidrolis sebagai berikut :
a.    Mengangkat kendaraan
b.    Pekerjaan ini dikerjakan oleh dua orang, seorang asisten duduk di tempat pengemudi.
c.    Menambahkan minyak ke reservoir, tinggi permukaan minyak di bawah garis maksimum (MAX)
d.    Buang udara.
a)    Membuka tutup sumbat pembuang udara dari silinder roda yang terjauh dari master silinder. Pasang slang plastik pada sumbat pembuang sedangkan ujung satu lagi dimasukkan ke dalam penampung minyak yang bersih.
b)    Untuk mencegah agar udara tidak masuk kembali ke dalam silinder roda, Ujung slang harus selalu dimasukkan ke dalam minyak rem yang bersih.
c)    Membuang udara dimulai dari roda yang terjauh dari master silinder dan terakhir di roda yang terdekat ke master.








Gambar 50. Mengeluarkan udara
d)    Asisten menekan pedal rem beberapa kali dan memberi aba-¬aba pada teknisi saat pedal sedang ditekan.
e)    Teknisi membuka sumbat pembuang kira-kira 1/4 putaran, pembuang udara kemudian menutup sumbat sementara asisten memompa pedal berulang-ulang. Tutup sumbat pembuang secepat mungkin, kalau tidak udara akan masuk kembali ke dalam sistem rem
f)    Mengulangi prosedur d dan e sampai tidak terlihat lagi gelembung-gelembung udara yang keluar dari slang. Memeriksa tinggi minyak rem tangki cadangan master silinder selama, melakukan pekerjaan tersebut. Jangan dibiarkan reservoir menjadi kosong.
g)    Melepas slang dari sumbat pembuang dan pasang kembali tutupnya.
h)    Membuang udara dari silinder-silinder roda yang lain dengan cara sama.
    Mengatur tinggi permukaan minyak rem dengan menambah minyak sampai garis MAX pada reservoir.
    Memeriksa apakah pekerjaan tersebut telah dikerjakan dengan sempurna.
    Pembuang udara sudah dilaksanakan dengan baik apabila pada waktu pedal gas ditekan terus, terdapat jarak yang cukup serta reaksi pedal harus kuat dan tidak terlalu dalam.
    Memeriksa kemungkinan terdapat kebocoran minyak rem. Memeriksa setiap kebocoran dari sistem hidraulis sementara pedal rem ditekan.
    Untuk kendaraan yang dilengkapi boster rem, mesin dihidupkan dan pemeriksaan dilakukan pada waktu mesin dalam keadaan idling.

4.6    Analisis Gangguan
Kerusakan yang terjadi pada rem tromol adalah sebagai berikut :
1.    Pegas penekan rusak.
2.    Penutup debu pada wheel cylinder sobek.
3.    Nipel pembuangan udara tersumbat, sulit dibongkar dikarenakan karat yang memungkinkan pada saat dibongkar akan mengakibatkan patah pada nepel.
4.    Free play pada sistem pedal rem tidak berfungsi dengan baik.
5.    Piston cup aus.
6.    Permukaan kanvas yang kotor karena oli.
7.    Kanvas rem aus.
8.    Return spring lemah


Tabel 1. Kemungkinan gangguan/kerusakan pada sistem rem tromol secara umum
Gangguan    Kemungkinan kerusakan    Cara mengatasi
Pedal rem rendah atau ringan    -    Pelapis rem aus
-    Brake shoe aus
-    Kebocoran sistem rem
-    Master silinder rusak
-    Ada    udara    dalam silinder rem
-    Silinder rem rusak
-    Perapat    pada    piston
-    aus atau rusak
-    Penyetel otomotis rem
-    belakang rusak    -    Ganti sepatu rem
-    Ganti brake shoe
-    Perbaiki kebocoran
-    Perbaiki atau ganti
-    Lakukan
-    pembuangan udara
-    Perbaiki silinder rem
-    Perbaiki silinder
-    Perbaiki atau ganti
-    penyetel
Gangguan    Kemungkinan kerusakan    Cara mengatasi

Rem macet    -    Rem parkir    salah penyetelan
-    Kabel rem parkir macet
-    Batang    pendorong boster salah penyetelan
-    Tegangan    pegas pembalik lemah
-    Saluran rem tersumbat
-    Pelapis rem retak atau mengeliat
-    Penyetel patah
-    Master silinder rusak    -    Setel rem parkir
-    Perbaiki seperlunya
-    Setel batang pendorong

-    Ganti pegas pembalik

-    Perbaiki seperlunya
-    Ganti pelapis rem
-    Ganti penyetel
-    Perbaiki    atau ganti master silinder
               


                           
Gangguan    Kemungkinan kerusakan    Cara mengatasi
Timbul    suara gesekan bila direm    -    Sepatu rem aus



-    Terjadi penggesekan antara caliper dengan roda atau rotor
-    Terjadi penggesekan penutup debu dengan rotor atau    backing plate dengan tromol
-    Komponen     sistem yang lain rusak
-    Terjadi    penggesekan ban terhadap chassis dengan bodi    -    Bubut    kembali tromol, bila tergores parah    ganti    yang diperlukan
-    Perbaiki seperlunya


-    Perbaiki atau ganti seperlunya


-    Perbaiki atau ganti

-    Perbaiki seperlunya

Gangguan    Kemungkinan kerusakan    Cara mengatasi
Timbul mengerit suara atau ketukan bila direm    -    Sepatu rem lengket terhadap backing plate
-    Tonjolan backing plat aus
-    Pegas penahan sepatu rem lepas atau kendor
-    Baut pengikat backing plate kendor    -    Lumasi

-    Ganti
-    Perbaiki atau ganti seperlunya
-    Kencangkan    baut pengikat
               



                           
Gangguan    Kemungkinan kerusakan    Cara Mengatasi
Rem    menarik kesalah satu arah    -    Tekanan    udara    ban salah
-    Sepatu rem mengeliat, pelapis rem    aus atau berkaca
-    Tromol rem baling
-    Pegas pembalik rusak
-    ilinder roda rusak
-    Silinder rem rusak
-    Piston macet di dalam silinder    -    Sesuaikan tekanan ban
-    Ganti

-    Perbaiki atau ganti
-    Ganti    pegas pembalik
-    Perbaiki silinder roda
-    Perbaiki silinder rem
-    Perbaiki atau ganti

Gangguan    Kemungkinan kerusakan    Cara Mengatasi
Pedal berat,tetapi pengereman kurang    -    Sepatu rem tercemar oli
-    Sepatu rem mengeliat
-    Sepatu rem mengeliat, pelapis rem aus  atau berkaca
-    Piston macet di dalam silinder
-    Boster rem rusak
-    Terjadi kebocoran Vakum    -    Di bersihkan
-    Ganti sepatu rem
-    Ganti

-    Perbaiki atau  ganti

-    Perbaiki
-    Ganti
                                                           
Gangguan    Kamungkinan kerusakan    Cara mengatasi
Timbul suara derit walau tidak direm    •    Sepatu rem atau batang
pendorong    boster rem
salah penyetelan    •    Periksa dan setel
    •    Daya pengembali boster
rem,atau master silinder
atau silinder roda lemah        Periksa,    perbaiki
atau ganti
    •    Pegas penahan sepatu
rem lemah    •    Ganti
    •    Tonjolan backing plate
aus,    backing    plate
bengkok    sehingga
bergesekan    dengan
tromol    •    Ganti
    •    Kesalahan pembubutan
tromol,    sehingga
bergesekan    dengan
backing    plate    atau
sepatu rem    •    Ganti
    •    Ada    salah    satu
komponen yang kendor    •    Kencangkan atau
perbaiki
    •    Penyetelan rem tromol
terlalu    kencang,
sehingga    sepatu    rem
berkaca    •    Sesuaikan
setelannya
    •    Bantalan roda aus atau
rusak atau pelumasnya
kurang    •    Perbaiki dan beri
pelumas




BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1    Kesimpulan
Setelah penulis menganalisis gangguan dan melakukan perbaikan sistem rem pada kendaraan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
5.1.1    Sistem rem sangat penting bagi sebuah kendaraan, karena sistem rem tersebut merupakan salah satu sistem pengaman bagi pengemudi pada sebuah kendaraan saat mengendarai kendaraan;
5.1.2    Sistem rem akan bekerja secara maksimal sesuai dengan fungsinya apabila semua komponen sistem rem tersebut masih dalam keadaan baik;
5.1.3    Sistem rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan dan menghentikan kendaraan sesuai dengan tempat yang diinginkan oleh pengemudi;
5.1.4    Menurut penggunaannya secara umum ada tiga jenis rem yaitu Rem kaki, rem tangan dan rem tambahan;
5.1.5    Yang harus dimiliki oleh sebuah sistem rem adalah:
-    Rem dapat bekerja dengan baik dan dapat menghentikan kendaraan secepat mungkin.
-    Dapat melaksanakan pengereman sesuai kehendak sopir dan mempunyai daya tekan yang cukup
-    Sebuah sistem rem dapat diperiksa dan diperbaiki dan mudah disetel
5.1.6    Komponen sistem rem dapat dikategorikan sebagai berikut :
-    Pedal, berfungsi sebagai penekan batang pendorong.
-    Batang pendorong, berfungsi untuk meneruskan tekanan pedal ke piston pada master silinder melalui boster.
-    Tangki reservoir, berfungsi sebagai penampung fluids.
-    Master silinder, sebagai rumah dari piston dan berfungsi untuk mendorong cairan fluida pada saat pedal rem ditekan.
-    Koster rem, berfungsi sebagai penguat tenaga atau melipat gandakan tenaga dari pedal.
-    Pipa- pipa, berfungsi sebagai saluran cairan fluida dari master silinder ke silinder roda.
-    Rem tromol serta kelengkapannya seperti sepatu rem, pedal rem, silinder roda dan lain-lainnya yang berfungsi untuk menahan putaran roda pada proses pengereman sedang berlangsung.

5.2 Saran
Dalam laporan laporan ini, penulis memberikan saran – saran yang mungkin berguna untuk umum yang memerlukannya. Adapun saran –saran yang ingin penulis sampaikan :
5.2.1    Sebelum mengendarai kendaraan periksa terlebih dahulu sistem remnya apakah bekerja dengan baik atau tidak;
5.2.2    Jika pada komponen sistem rem ada yang mengalami gangguan atau kerusakan, maka sedini mungkin melakukan perbaikan, karena apabila dibiarkan maka akan dikhawatirkan terjadi bahaya kecelakaan yang berakibat lebih fatal;
5.2.3    Apabila minyak rem sudah mencapai tanda minimum cepat lakukan penambahan minyak rem dengan minyak rem yang baru dan sesuai.
Akhir kata penulis meletakkan suatu harapan yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pembaca serta bagi masyarakat umumnya.


DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, Drs. : Teori dan Perawatan Mesin Mobil
http://harapansatria.blogspot.com/
TEAM, 1998, New step 1 Training Manual, Jakarta: PT.Toyota Astra Motor
TEAM, 2002, New step 2 Chasis Group, Jakarta: PT. Toyota Astra Motor
http://id.wikipedia.org/wiki/Anti-lock_breaking_system
http://id.wikipedia.org/wiki/Rem
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_rem
http://www.autobildindonesia.com/read/2011/02/18/3137/18/6/Sistem-Rem-Mobil
http://onderdilmobil.net/tag/rem-mobil/



Lampiran 3






















Lampiran 4






















Lampiran 6

1 komentar: