Total Tayangan Laman

Kamis, 05 Januari 2012

Laporan PKL SMK Farmasi

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Besarnya peranan apotek sebagai salah satu penunjang kesehatan masyarakat, menyebabkan apotek perlu dipimpin oleh seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) yang mempunyai kemampuan profesional tidak saja dalam bidang teknis Farmasi tetapi juga non teknis Farmasi.
Untuk menunjang kegiatan dan tugas Apoteker, seorang Apoteker membutuhkan Asisten Apoteker untuk membantu memberikan pelayanan dan informasi mengenai kefarmasian. Oleh karena itu dengan adanya Praktik Kerja Lapangan (PKL) dapat membantu melatih Asisten Apoteker agar lebih profesional dalam melakukan pelayanan kefarmasian.

B.    Tujuan Praktik Kerja Lapangan
1.    Menerapkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa dengan keterampilan yang dimilikinya agar menghasilkan inovasi atau ide yang baru untuk memajukan dan mengembangkan hal dalam bidang kefarmasian.
2.    Membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah ditetapkan dengan maksud untuk memberikan kontribusi pengetahuan pada dunia kerja yang akan di hadapi secara jelas dan konsisten dengan komitmen yang tinggi.
3.    Mendapatkan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja.
4.    Menyiapkan tenaga Asisten Apoteker yang terampil.

C.    Manfaat Praktik Kerja Lapangan
1.    Mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang di dapat di sekolah dan penerapannya didunia usaha terutama farmasi komunitas. 
2.    Dapat mengumpulkan informasi dan data, untuk kepentingan sekolah dan siswa yang bersangkutan.
3.    Mampu mencari alternatif pemecahan masalah sesuai dengan program studi yang di pilihnya secara lebih luas dan mendalam yang dituangkan dalam karya tulis yang disusunnya.
4.    Pemerataan pengetahuan yang telah diketahui oleh para peserta di tempat praktik kerja lapangan (PKL).
5.    Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kemandirian profesi dalam pelayanan kesehatan  sebagai aplikasi dari ilmu yang diperoleh.
6.    Memberikan gambaran nyata tentang kondisi apotek yang sesungguhnya sarana pembelajaran untuk meningkatkan komunikasi serta kemampuan manajerial.

D. Waktu dan Tempat
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di mulai dari 1 Agustus s.d. 31 Oktober 2011 yang bertempat di Apotek Al-Amin Ciamis jalan RE. Martadinata nomor 51 Maleber-Ciamis.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian Apotek
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 922 tahun 1993 tentang ketentuan dan tata cara pemberian izin apotek, yang di perbaharui menurut KepMenKes nomor 1332 tahun 2002. Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat yang dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Sediaan farmasi meliputi: obat, bahan obat, obat asli Indonesia (OT), alat kesehatan dan kosmetik.

B.    Tugas dan Fungsi Apotek .
Menurut Peraturan Pemerintahan PP No. 51 Tahun 2009, tugas dan fungsi apotek adalah:
a.    Tempat pengabdian profesi seorang Apoteker yang telah mengucapkan               sumpah jabatan Apoteker.
b.    Sarana yang digunakan untuk melakukan Pekerjaan Kefarmasian
c.    Sarana yang digunakan untuk memproduksi dan distribusi sediaan farmasi antara lain obat, bahan baku obat, obat tradisional, dan kosmetika.
d.    Sarana pembuatan dan pengendalian mutu Sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.





C.    Persyaratan Apotek
Berdasarkan PerMenKes Nomor 922/Menkes/Per/X/1993 Pasal 6 di sebutkan bahwa :
1.    Untuk mendapatkan izin apotek, apotek/apoteker yang bekerja sama dengan pemilik sarana yang telah memenuhi persyaratan harus siap dengan tempat, perlengkapan termasuk persediaan farmasi dengan perbekalan lainya yang merupakan milik sendiri atau milik pihak lain.
2.    Sarana apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan kegiatan pelayanan komoditi lainnya diluar sediaan farmasi
3.    Apotek dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi.

D.    Tugas dan Tanggung jawab Apoteker dan Asisten Apoteker
1.    Tugas dan tanggung jawab apoteker
Berdasarkan ketentuan umum menteri kesehatan nomor 1332 tahun 2002, Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus setelah mengucapkan sumpah jabatan Apotekernya yang berdasarkan peraturan perundang undang yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai Apoteker, jadi segala sesuatu yang berhubungan dengan pengelola apotek akan menjadi tanggung jawab Apoteker Pengelola Apotek, dari mulai pelayanan resep hingga memberikan konseling kepada pasien.
2.    Tugas dan Tanggung jawab Asisten Apoteker (AA)
a.    Melaksanakan pelayanan kefarmasian, mulai dari menerima resep, memberi harga, membuat etiket, meracik, memeriksa, falidasi (kelengkapan) dan menyerahkan obat kepada pasien.
b.    Melakukan penerimaan barang, pencatatan, pemasukan dan pengeluaran barang dalam kartu stok, serta penyimpanan barang kedalam lemari yang sesuai.
c.    Membuat permintaan barang apotek/defecta.
d.    Membuat laporan ikhtisar penjualan harian.
e.    Melaksanakan pemesanan barang.

E.    Alur Tata Cara Pendirian Apotek
















F.    Pengelolaan Apotek
Pengelolaan apotek meliputi beberapa hal berikut:
1.    Pembuatan, pengelolaan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan, penyerahan obat, dan bahan obat.
2.    Pengadaan, penyimpanan, penyaluran, dan penyerahan perbekalan farmasi lainnya.
3.    Pelayanan informasi mengenai perbekalan farmasi.
Pelayanan informasi yang di maksud meliputi
Pelayanan informasi tentang obat dan perbekalan lainnya di berikan kepada dokter dan tenaga kesehatan lainnya maupun kepada masyarakat, pengamatan dan pelaporan informasi mengenai khasiat, keamanan bahaya atau mutu obat, dan perbekalan farmasi lainnya. (Darmansyah, 2009) hal 31.


BAB III
TINJAUAN KHUSUS APOTEK AL-AMIN

A.    Sejarah Apotek Al-Amin
Apotek Al-Amin didirikan tanggal 12 Desember 2006 yang berada di Jalan RE. Martadinata No.51 Maleber Ciamis yang dikelola oleh Bapak Ade Hasyim, S.Si sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA).
Apotek Al-Amin juga mempunyai Apoteker Pengelola Apotek (APA) yaitu Ibu Desi Mikrivina, S.Si Apt dan Apoteker Pendamping yaitu Ibu Dina Windiasari, S.Si Apt. Selain itu juga Apotek Al-Amin mempunyai beberapa orang  Asisten Apoteker (AA) diantaranya yaitu Mochamad Taufik, Nia, Heni, Lilis, Elis dan Mamat.

B.    Struktur Organisasi Apotek Al-Amin
















C.    Sistem Pengelolaan Apotek Al-Amin
1.    Pengelolaan Obat
a)    Perencanaan
Obat yang akan dipesan direncanakan terlebih dahulu dengan pencatatan stok obat yang akan atau telah habis di buku defecta, ataupun dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan obat luar buku defecta.
b)    Pemesanan
Obat yang telah direncanakan kemudian dilakukan pemesanan. Di Apotek Al-Amin biasanya barang dipesan kepada PBF langsung melalui penyalur (sales) dan PBF yang bersangkutan. Dan biasanya pemesanan barang dilakukan lebih dari 1 PBF, karena keterbatasan penyalur yang tidak menyalurkan semua barang (obat). Pemesanan barang pun dilihat dari sering lambatnya barang itu keluar. Pemesanan barang menggunakan surat pemesanan dari Apotek Al-Amin. Apotek Al-Amin bekerjasama dengan beberapa PBF, antara lain: PT Merapi, PT Sanbe Farma, PT Kimia Farma, PT Kebayoran, PT Kalista, PT BSP dan  PT Combi Putra.
c)    Penyimpanan
Penyimpanan obat dilakukan berdasarkan bentuk sediaan dan juga alphabetis. Untuk obat bebas terbatas disimpan di etalase depan. Obat keras disimpan di bagian belakang dan untuk obat keras tertentu (OKT) atau psikotropika  disimpan di lemari khusus. Adapun untuk sediaan tertentu disimpan dilemari pendingin seperti suppositoria, injeksi. Di Apotek Al-Amin tidak hanya menyediakan obat tetapi juga menyediakan alat kesehatan dan kosmetik yang disimpan di etalase tengah.
d)    Penjualan/Penyerahan
 Obat diserahkan kepada dokter, bidan, rumah sakit, pasien, dan lainya tergantung dari golongan obat tertentu. Ada yang dijual secara bebas tanpa adanya resep dokter dan ada juga yang dijual harus dengan resep dokter seperti obat keras dan OKT.
e)    Pengelolaan Obat Kadaluarsa/Rusak
Obat yang sudah mendekati kadaluarsa biasanya diberikan kembali ke PBF yang bersangkutan sebelum jatuh tanggal kadaluarsa. Karena sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pihak apotek dengan PBF.
f)    Pemusnahan dan Pelaporan
Setiap bulannya pemasukan dan pengeluaran obat untuk Narkotik dan Psikotropik dibuat pelaporan dan jika ada alasan tertentu dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku. Misalnya dilihat dari expire date nya.

2.    Pengelolaan Resep
Resep yang masuk ke Apotek
    Dilihat kelengkapanya.
    Menerangkan hal yang penting dari resep ke pasien.
    Misalnya harga, indikasi, aturan pakai, efek samping yang biasanya       terjadi dan hal lainya.
    Jika resep perlu dibuat salinan resep maka akan dibuat salina  resep.
    Obat diberikan ke pasien dengan harga yang ditentukan.
    Resep disimpan di Apotek.

3.    Pengelolaan Administratif
Di Apotek Al-Amin terdapat buku, lembar serta catatan    pengadministrasian, misalnya defecta faktur pembelian, penjualan (pengiriman barang) keuangan dan lain-lain yang dikelola sendiri oleh karyawan Apotek dan dibantu oleh PSA.
Berikut ini merupakan beberapan pengertian dari istilah yang sering digunakan dalam pengadministrasian obat di apotek, antara lain:
a.    Defekta     :     Buku yang digunakan untuk mengetahui catatan obat keluar, masuk, habis stok atau akan habis. Defacta ini digunakan untuk pemesanan barang yang direncanakan.
b.    Faktur Pembelian    :     Bukti tertulis setelah pemesanan barang dari apotek.
c.    Faktur Penjualan    :     Bukti tertulis setelah penjualan barang dari Apotek.
d.    Buku Lunas    :     Buku tertulis pelunasan barang.
e.    Buku Keuangan Kredit    :     Buku kumpulan semua penagihan yang akan dan telah lunas pembayaranya.
f.    Buku Faktur    :     Buku kumpulan semua faktur yang masuk ke Apotek.
4.    Sumber Daya Manusia (SDM)
Di Apotek ini terdiri dari pihak-pihak yang profesional di bidang kefarmasian. Apoteker dan Asisten Apoteker yang sudah paham tentang pengelolaan Apotek. Apotek Al-Amin memiliki 1 APA, 1 Apoteker pendamping dan 3 orang asisten Apoteker. Meskipun staff Apotek dengan jumlah yang terbatas tetapi Apotek Al-Amin juga mempunyai Visi “selalu lebih murah” visi tersebut digunakan agar masyarakat tahu bahwa Apotek Al-Amin ingin memberikan sesuatu yang terbaik buat masyarakat.

BAB IV
KEGIATAN PKL dan PEMBAHASAN

A.    Kegiatan Selama Praktek Kerja Lapangan
Dilihat secara keseluruhan dari apa yang telah dilaksanakan ditempat PKL, tampak bahwa pada hakikatnya banyak sekali perbedaan ataupun hal baru yang dapat menambah pengetahuan. Setelah membandingkan, memahami dan mempelajari teori sekolah lebih sulit dari pada melaksanakan langsung di tempat kerja nyata.
Kegiatan-kegiatan kefarmasian yang dilaksanakan di tempat PKL, mulai dari pemeriksaan stok barang, penyimpanan, pelayanan pasien hingga pengadministrasian. Semua itu tidak lepas dari gambaran teori dari sekolah.
Dalam pengelolaan obat di apotek obat tidak hanya dapat dan terjual begitu saja. Tetapi diperlukan perencanaan dan pengadaan barang yang dilakukan oleh PSA, yang terlebih dahulu obat apa yang akan dipesankan di buku defecta. Tetapi ada pula barang yang dipesankan tanpa terlebih dahulu didefecta dan penanggulangannya yaitu dengan cara barang langsung dilihat ke tempat barang tersebut. Setelah dilakukan pemesanan dengan cara mengirimkan surat pesanan (SP) dari apotek. Berapa waktu kemudian barang-barang pun datang, sebelum barang diterima barnag dicek dengan cara mencocokan nama, jumlah barang yang difaktur, bukan hanya itu tanggal kadaluarsa dan nomor bach pun dicek. Setelah barang diterima barang disimpan ke gudang dengan sistem FIFO (Firs In First out) dan FEFO (Firs Exfire First Out). Berdasarkan alfabetis dan bentuk sediaan, dengan sistem itu pula barang disimpan di etalase-etalase.
Penyimpanan barang di etalase dibagi-bagi, untuk obat bebas disimpan di etalase depan, kosmetik di etalase tengah, sediaan injeksi dan alat kesehatan disimpan di etalase tengah. Alat kesehatan ada juga yang disimpan di gudang untuk stok. Sediaan infuse disimpan di lemari terkunci. Sediaan yang harus disimpan ditempat dingin disimpan di lemari es, dan untuk obat OKT ( Narkotik dan Psikotropik) disimpan di lemari khusus demi keamanan dalam penyimpanan.
Untuk penjualan barang ditempat PKL, barang lebih banyak pesanan dan penjualan barang ke dokter, bidan, mantri, rumah sakit bahkan toko obat. Untuk penjualan ke pasien ada yang dijual bebas dan ada yang dijual melalui resep dokter. Dan untuk penjualan obat pada pasien melalui resep dokter dibagi dua : resep biasa dan resep yang mengandung obat narkotik dan psikotropik, untuk resep yang mengandung narkotik dan psikotropik resepnya disimpan terpisah dari resep biasa supaya dalam pelaporannya lebih mudah.
Untuk penjualan resep untuk pertama kali resep dianalisis, kemudian disediakan obatnya. Obat apa dan berapa jumlah obat yang diminta dalam resep. Jika didalam resep obat diminta untuk diracik maka disiapkan alat racikannya dan raciknya. Setelah selesai, obat dikemas sesuai bentuk sediaan. Dan jika ada resep yang harus dibuatkan salinan resep maka dibuatkan salinan resepnya, dan resep yang masuk ke apotek jarang yang mengandung narkotik dan psikotropik. Dan untuk resep yang mengandung narkotik dan psikotropik diminta alamat lengkap dan nomor telepon, agar pasien dapat dihubungi jika ada sesuatu hal yang diperlukan. Setelah obat siap kemudian diberikan pada pasien dengan memberikan informasi yang diperlukan seperti indikasi, aturan pakai, efek samping dan lain-lain.
Untuk pengadministrasian apotek tempat PKL ada yang dinamakan buku defecta yaitu buku yang digunakan untuk mengetahui obat yang akan habis atau telah habis stoknya. Buku nota yaitu buku yang digunakan sebagai bukti transaksi penjualan dari apotek, ada juga buku catatan faktur yang digunakan untuk mencatat semua faktur yang ada sesuai dengan tanggal faktur tersebut dan ada juga buku transaksi kredit yang digunakan untuk mencatat semua transaksi kredit atau semua penagihan pada buku kredit.





B.    Tugas Khusus Pembahasan Anti Diare
a.    Diare
1.    Pengertian Diare
Diare adalah frekuensi dan likuiditas buang air besar (BAB) yang abnormal.
Frekuensi dan konsistensi BAB bervariasi dalam dan antar individu. Sebagai contoh beberapa individu defekasi tiga kali sehari, sedangkan yang lainnya hanya dua atau tiga kali seminggu.
2.    Penyebab Diare
a)    Pada diare terdapat gangguan dari resorpsi, sedangkan sekresi getah lambung-usus dan motilitas usus meningkat. Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
b)    Alergi terhadap makanan atau obat tertentu.
c)    Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
d)    Pemanis buatan
3.    Gejala
Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari, yang kadang disertai:
•    Muntah
•    Badan lesu atau lemah
•    Panas
•    Tidak nafsu makan
•    Darah dan lendir dalam kotoran
Rasa mual dan muntah-muntah dapat mendahului diare yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi bisa secara tiba-tiba menyebabkan diare, muntah, tinja berdarah, demam, penurunan nafsu makan atau kelesuan.
Selain itu, dapat pula mengalami sakit perut dan kejang perut, serta gejal-gejala lain seperti flu misalnya agak demam, nyeri otot atau kejang, dan sakit kepala. Gangguan bakteri dan parasit kadang-kadang menyebabkan tinja mengandung darah atau demam tinggi.
Diare bisa menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit (misalnya natrium dan kalium), sehingga bayi menjadi rewel atau terjadi gangguan irama jantung maupun perdarahan otak.
Diare seringkali disertai oleh dehidrasi (kekurangan cairan). Dehidrasi ringan hanya menyebabkan bibir kering. Dehidrasi sedang menyebabkan kulit keriput, mata dan ubun-ubun menjadi cekung (pada bayi yang berumur kurang dari 18 bulan). Dehidrasi berat bisa berakibat fatal, biasanya menyebabkan syok.
4.    Contoh obat Diare yang diberikan di Apotek Al-Amin
Dialac, Molagit, Imodium, Zink Kid, L-Bio, Lactobe.



















Contoh Resep :

Rumah Sakit Nirmala
Alamat : JL.Raya Ciamis-Kawali KM. 5 Petirhilir
Telp. (0265) 2750777 Fax. (0265) 2750900 Ciamis 46210
Poli:.............................................................................................
Dokter:.........................................................................................
Ciamis,11/2-11......
Dialac Sacth VI
2dd sacht 1














Nama: Tn. Azhar
Umur:

Obat tidak boleh diganti tanpa seizin dokter




Kelengkapan Resep (yang tidak ada) :
•    Umur pasien, Alamat pasien, Paraf dokter.
Komposisi :
•    Tindalized lypohlisate Lactobasilus acidophilus      :     340 mg
•    Niacin    :    1 mg
•    Zinc Oxide    :    1,3 mg
•    Thiamin HCL     :    3 mg
•    Ascorbid Acid    :    25 mg
•    Riboflavin     :    0,3 mg
•    Pyridoxine hydrochloride     :    0,3 mg
Isi seluruhnya : 1 gr tiap satu sachet.
Indikasi : untuk memelihara fungsi normal usus anak dan dewasa. Untuk mengurangi dan mencegah diare.
Dosis Lazim :
•    Riboflavin     : 1 kali     : -
     : 1 hari     : 2 mg
•    Pyridoxine           : 1 kali      : 1-2 mg
     : 1 hari     : -
•    Asscorbic Acid     : 1 kali     : -
      : 1 hari     : 75-1 gr
•    Tiamin                 : 1 kali     : -
        : 1 hari     : (5-10 mg)
Interaksi obat : Dari resep di atas tidak ada interaksi obat karena hanya satu jenis obat.
Kesimpulan :
Jika di lihat dari resep tersebut pasien menderita penyakit diare yaitu penyakit yang abnormal.
Penggunaan obat dari resep di atas dianggap tepat karena dilihat dari aturan penggunaan, dan dosis lazim obat tersebut tidak melebihi batasan maksimum sehingga aman untuk diberikan kepada pasien.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Apotek Al-Amin :
a)    Telah melakukan tugas dan fungsinya dengan baik, serta informasi perbekalan farmasi sesuai dengan UU yang berlaku.
b)    Apotek Al-Amin buka setiap hari dari jam 07.00 – 21.00 WIB
c)    Di Al-Amin menyediakan berbagai macam obat dan menyediakan alat kesehatan walaupun belum sepenuhnya lengkap.
d)    Pelayanan diberikan oleh Apoteker dan Asisten Apoteker kepada pasien dengan informasi mengenai cara pakai obat, indikasi obat, kontra indikasi, dan efek samping juga hal-hal penting lainnya.

B.    Saran
1.    Untuk Sekolah
a)    Berikan fasilitas yang baik agar belajar mengajar lebih efisien dan mampu meningkatkan kemampuan siswa.
b)    Memberikan pengarahan yang matang kepada siswa yang akan melakukan Praktek Kerja Lapangan.
2.    Untuk Apotek Al-Amin
a)    Lebih ditingkatkan lagi kerapihan dalam penyimpanan obat di etalase.
b)    Lebih diperhatikan lagi untuk penyimpanan OKT.


DAFTAR PUSTAKA

Tanpa nama. 1993. Menteri Kesehatan RI No 992 Tentang Pengertian Apotek
Tanpa nama. 2009. Menteri Peraturan Pemerintahan PP no 51 Tentang Tugas dan Fungsi Apotek
Tanpa nama. Permenkes No. 922/Menkes/per/1993 Tentang Persyaratan Apotek.
Tanpa nama. 2002. Menteri Kesehatan No. 1332 Tentang Tugas dan Tanggung Jawab Apoteker dan Asisten Apoteker.
Darmansyah. 2009. Undang-Undang Kesehatan Republik Indonesia Tentang Pengelolaan Apotek
















LAMPIRAN








1.    Lokasi Apotek Al-Amin

2.    Struktur Organisasi Apotek Al-Amin

3.    Contoh Nota Penjualan

4.    Contoh Faktur

5.    Contoh Surat Pesanan Psikotropik

6.    Contoh Surat Pesanan Narkotik

7.    Contoh Surat Pesanan

8.    Contoh Salinan Resep

9.    Contoh Etiket


Etiket Putih (Untuk obat dalam)












Etiket Biru (Untuk obat luar)





10.    Contoh Resep

11.    Contoh Kwitansi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar